welcome to

TRAININGSTUDIO.ID

Kumpulan Naskah & E book - Yudhie Haryono

Ebook Kumpulan Naskah & E book - Yudhie Haryono

16 Chapter tersedia

Manifesto Rempah dan Herbal Indonesia - Merealisasikan Daulat Negeri Pengobatan Semesta
Chapter 16 M. Yudhie Haryono & Riskal Arief

Manifesto Rempah dan Herbal Indonesia - Merealisasikan Daulat Negeri Pengobatan Semesta

Rempah dan herbal bukan sekadar bumbu dapur atau bahan pengobatan tradisional. Keduanya merupakan bagian penting dari sejarah, kebudayaan, kesehatan, perdagangan, diplomasi, dan perjuangan kedaulatan Indonesia.

E-book “Manifesto Rempah dan Herbal Indonesia: Merealisasikan Daulat Negeri Pengobatan Semesta” karya Yudhie Haryono dan Riskal Arief mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang rempah Nusantara—dari simbol kejayaan kerajaan maritim, komoditas bernilai tinggi, pemicu ekspedisi dunia, hingga menjadi alasan lahirnya kolonialisme dan monopoli perdagangan.

Buku ini tidak hanya membahas masa lalu. Pembaca juga diajak melihat rempah dan herbal sebagai kekuatan strategis untuk membangun industri kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, perdagangan, budaya, dan diplomasi Indonesia pada masa depan.

Melalui pendekatan sejarah, ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan geopolitik, buku ini menegaskan bahwa Indonesia perlu merebut kembali kendali atas kekayaan rempah dan herbalnya—bukan hanya sebagai pemasok bahan mentah, tetapi sebagai negara yang menguasai riset, pengolahan, nilai tambah, pasar, teknologi, dan narasi global.

Pembahasan Utama
Definisi dan makna rempah serta herbal Nusantara.
Nilai ekonomi, sosial, budaya, dan kesehatan rempah.
Jenis-jenis rempah dan manfaat kesehatannya.
Perjalanan Jalur Rempah dalam perdagangan global.
Hubungan rempah dengan Jalur Sutra dan peradaban dunia.
Rempah sebagai pemicu ekspedisi dan penemuan geografis.
Peran rempah dalam diplomasi, kekuasaan, dan perdagangan antarbangsa.
Rempah sebagai fondasi ilmu kedokteran dan farmasi modern.
Sejarah pra-kolonial, kolonial, dan pasca-kolonial rempah Indonesia.
Monopoli VOC, eksploitasi, dan tragedi masyarakat Banda.
Warisan kolonial dalam struktur ekonomi rempah Indonesia.
Revitalisasi Jalur Rempah dan kedaulatan budaya.
Rempah sebagai industri strategis nasional.
Desain pasar rempah dan herbal Nusantara.
Rempah sebagai alat barter dan kolateral ekonomi.
Pengembangan big data rempah dan herbal Indonesia.
Pentingnya lembaga negara khusus pengelola rempah.
Perbandingan pengelolaan rempah di India, Tiongkok, dan Indonesia.
Integrasi rempah dan herbal dalam pembangunan ekonomi Pancasila.

Cocok Dibaca oleh
Mahasiswa, akademisi, peneliti, pelaku UMKM, petani, pengusaha, praktisi kesehatan, industri herbal, aparatur pemerintah, pembuat kebijakan, pegiat budaya, serta masyarakat umum yang ingin memahami kekuatan besar rempah dan herbal Indonesia.

E-book ini bukan hanya catatan sejarah tentang kejayaan rempah Nusantara, tetapi juga sebuah manifesto untuk membangun kembali kedaulatan ekonomi, kesehatan, pengetahuan, dan budaya Indonesia melalui kekayaan alam yang telah mengubah sejarah dunia.

Narapatih Institute 2 weeks ago

Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan - Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia
Chapter 15 Agus Rizal & Dedi Setiadi

Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan - Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia

Kemerdekaan politik tidak selalu berarti kemerdekaan ekonomi. Sebuah negara dapat memiliki pemerintahan sendiri, tetapi tetap terjebak dalam ketergantungan terhadap modal asing, utang, teknologi luar negeri, ekspor bahan mentah, dan mekanisme pasar global yang tidak seimbang.

E-book “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia” karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi mengulas pemikiran salah satu ekonom paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Buku ini menempatkan Soemitro bukan hanya sebagai teknokrat, akademisi, dan perancang kebijakan, tetapi sebagai pemikir yang berjuang melawan keberlanjutan sistem ekonomi kolonial dalam bentuk baru.

Melalui pembahasan ekonomi politik yang mendalam, pembaca diajak memahami pandangan Soemitro mengenai peran negara, industrialisasi, keadilan sosial, pembangunan nasional, penguatan sektor produktif, pembiayaan pembangunan, serta pentingnya kedaulatan ekonomi.

Buku ini menegaskan bahwa negara tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Negara perlu hadir sebagai pengarah, pelindung, investor strategis, sekaligus penggerak transformasi ekonomi agar Indonesia tidak terus menjadi pemasok bahan mentah dan pasar bagi produk negara lain.

Pembahasan Utama
Latar belakang dan perjalanan pemikiran Soemitro Djojohadikusumo.
Ekonomi kolonial sebagai bentuk penindasan dan ketergantungan.
Keadilan hukum, politik, sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.
Kritik terhadap pasar bebas dan neoliberalisme.
Negara sebagai aktor utama pembangunan.
Industrialisasi sebagai jalan menuju kemandirian nasional.
Proteksi industri muda dan strategi substitusi impor.
Program Benteng dan pembangunan pengusaha nasional.
Peran BUMN dalam struktur ekonomi Indonesia.
Penguatan sektor riil dan pembatasan dominasi ekonomi finansial.
Distribusi nilai tambah untuk kesejahteraan rakyat.
Anggaran negara sebagai alat transformasi sosial.
Sistem perbankan untuk pembangunan, bukan spekulasi.
Pengelolaan modal asing dan utang luar negeri secara selektif.
Kedaulatan ekonomi dalam hubungan internasional.
Ketimpangan global dan posisi negara berkembang.
Relevansi pemikiran Soemitro terhadap tantangan ekonomi masa kini.
Gagasan mengenai Soemitronomics dan masa depan ekonomi Indonesia.

Cocok Dibaca oleh
Mahasiswa, akademisi, ekonom, pengusaha, aparatur pemerintah, pembuat kebijakan, aktivis, politisi, peneliti, serta masyarakat umum yang ingin memahami sejarah dan arah pemikiran ekonomi Indonesia.

E-book ini bukan sekadar dokumentasi pemikiran seorang tokoh, tetapi seruan intelektual untuk membangun kembali Indonesia sebagai negara produsen yang kuat, berdaulat, berkeadilan, dan tidak tunduk pada bentuk-bentuk penjajahan ekonomi modern.

Narapatih Institute 2 weeks ago

Di Atas Bendera Rempah dan Herbal Indonesia Membangun Kedaulatan Ekonomi, Kesehatan, dan Identitas Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045
Chapter 14 Muhammad Haris Zulkarnain, Yaya Sunaryo, Yudi Pratama, Riskal Arief, Asy’ari Muchtar, Irma Syuryani Harahap.

Di Atas Bendera Rempah dan Herbal Indonesia Membangun Kedaulatan Ekonomi, Kesehatan, dan Identitas Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Indonesia pernah menjadi pusat perhatian dunia karena kekayaan rempahnya. Pala, cengkeh, lada, jahe, kunyit, dan berbagai tanaman herbal dari Nusantara telah menggerakkan perdagangan global, membuka jalur pelayaran dunia, bahkan menjadi salah satu alasan lahirnya kolonialisme.

Namun, di tengah meningkatnya tren back to nature, gaya hidup sehat, farmasi herbal, kosmetik alami, dan industri wellness, Indonesia masih sering berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah. Nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh negara lain yang lebih maju dalam riset, pengolahan, standardisasi, branding, dan pemasaran global.

E-book “Di Atas Bendera Rempah dan Herbal Indonesia” membahas bagaimana kekayaan rempah dan herbal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi, kesehatan, kebudayaan, dan diplomasi Indonesia. Buku ini menghubungkan sejarah kejayaan rempah dengan peluang bioekonomi serta industri hijau masa depan.

Buku ini juga menawarkan gagasan strategis mengenai pembentukan Badan Nasional Rempah dan Herbal Indonesia atau BANREHI, yang diharapkan dapat berperan sebagai regulator, pusat riset, trading house, pengendali mutu, dan promotor rempah Indonesia di pasar internasional.

Pembahasan Utama
Sejarah rempah sebagai penggerak perdagangan dan kolonialisme.
Rempah sebagai identitas dan warisan budaya Nusantara.
Potensi lebih dari 400 jenis rempah dan herbal Indonesia.
Peluang pasar global dalam industri kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, dan wellness.
Potensi nilai ekonomi rempah dan herbal hingga ribuan triliun rupiah.
Tantangan Indonesia sebagai pemasok bahan mentah.
Pentingnya hilirisasi, industrialisasi, riset, dan inovasi produk.
Strategi membangun standar mutu dan sertifikasi internasional.
Pembelajaran dari India, Vietnam, Tiongkok, dan Sri Lanka.
Roadmap industrialisasi rempah Indonesia.
Gagasan pembentukan BANREHI.
Penciptaan lapangan kerja dan sumber devisa baru.
Rempah sebagai bagian dari ketahanan pangan dan gaya hidup sehat.
Diplomasi kuliner, pariwisata kesehatan, dan soft power Indonesia.
Strategi menjadikan rempah sebagai simbol kebangkitan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Cocok Dibaca oleh

Mahasiswa, akademisi, peneliti, pelaku UMKM, petani, pengusaha, praktisi kesehatan, pelaku industri herbal dan kosmetik, aparatur pemerintah, pembuat kebijakan, serta masyarakat umum yang ingin memahami potensi besar rempah dan herbal Indonesia.

E-book ini bukan hanya mengajak pembaca mengenang kejayaan rempah Nusantara, tetapi juga menawarkan arah konkret agar Indonesia mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri, memperkuat posisi di pasar global, dan membangun ekonomi yang sehat, hijau, mandiri, serta berkelanjutan.

Narapatih Institute 2 weeks ago

Melawan dengan Teks Membaca Agama, Fundamentalisme, dan Perlawanan melalui Psiko-Hermeneutik
Chapter 13 M. Yudhie Haryono

Melawan dengan Teks Membaca Agama, Fundamentalisme, dan Perlawanan melalui Psiko-Hermeneutik

Di tengah konflik, radikalisme, terorisme, dan pertarungan atas nama agama, teks suci sering kali tidak hanya menjadi sumber nilai, tetapi juga dipakai untuk membenarkan kebencian, kekerasan, dan permusuhan terhadap kelompok lain.

E-book “Melawan dengan Teks” karya M. Yudhie Haryono mengajak pembaca memahami hubungan antara agama, teks, modernitas, fundamentalisme, dan kekerasan melalui pendekatan kritis. Buku ini menggunakan psiko-hermeneutik, yaitu pendekatan yang memadukan psikologi dan hermeneutika untuk membaca teks, motif penafsir, kondisi sosial, serta konteks sejarah yang melatarbelakangi lahirnya sebuah pemahaman keagamaan.

Buku ini menelusuri bagaimana rasa takut, keterancaman, kebencian, dan kegelisahan terhadap modernitas dapat membentuk masyarakat yang sangat bergantung pada pembacaan tekstual. Dari sinilah muncul tafsir yang kaku, klaim kebenaran tunggal, serta pembenaran terhadap perlawanan dan kekerasan.

Namun, buku ini tidak berhenti pada kritik. Pembaca juga diajak menemukan cara membaca teks agama secara lebih rasional, kontekstual, manusiawi, toleran, dan empatik.

Pembahasan Utama
Hubungan antara agama, Tuhan, dan budaya perang.
Agama sebagai sumber nilai, identitas, struktur, dan peradaban.
Konflik, terorisme, dan kekerasan atas nama agama.
Fundamentalisme sebagai respons terhadap modernitas.
Lahirnya masyarakat teks dan pembacaan keagamaan yang kaku.
Pendekatan psiko-hermeneutik dalam memahami teks.
Sejarah dan perkembangan tafsir di Indonesia.
Teks-teks tentang jihad dan perlawanan dalam Islam.
Pembacaan ulang terhadap Yahudi, Nasrani, kafir, musyrik, munafik, dan murtad.
Kritik terhadap bahasa politik orientalisme.
Fundamentalisme, radikalisme, dan terorisme.
Hubungan globalisasi dengan studi Islam kontemporer.
Pentingnya pluralitas, toleransi, perdamaian, dan solidaritas kemanusiaan.
Perubahan dari perlawanan melalui teks menuju tindakan sosial yang lebih manusiawi.
Cocok Dibaca oleh

Mahasiswa, akademisi, peneliti, aktivis, pendidik, pemuka agama, pemerhati studi Islam, psikologi agama, filsafat, hermeneutika, politik, serta masyarakat umum yang ingin memahami hubungan antara teks agama, kekuasaan, dan kekerasan secara lebih mendalam.

E-book ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar menerima teks secara harfiah, tetapi memahami konteks, motif, sejarah, dan dampak sosial dari setiap penafsiran. Karena teks dapat menjadi alat kebencian, tetapi juga dapat menjadi jalan menuju perdamaian dan kemanusiaan.

Narapatih Institute 2 weeks ago

Triasekonomika dan Revolusi Konstitusi Membangun Kemandirian Ekonomi Indonesia Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
Chapter 12 M. Yudhie Haryono

Triasekonomika dan Revolusi Konstitusi Membangun Kemandirian Ekonomi Indonesia Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar, serta potensi ekonomi yang luar biasa. Namun, mengapa kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, ketergantungan ekonomi, dan penguasaan aset oleh segelintir kelompok masih terus terjadi?

E-book “Triasekonomika dan Revolusi Konstitusi” karya M. Yudhie Haryono mengajak pembaca memahami persoalan ekonomi-politik Indonesia secara kritis sekaligus menawarkan jalan keluar berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Buku ini memperkenalkan konsep triasekonomika, yaitu rancangan sistem ekonomi yang menempatkan BUMN/BUMD, koperasi, dan sektor swasta yang sehat sebagai tiga kekuatan utama perekonomian nasional. Ketiganya diharapkan bekerja secara gotong royong untuk mewujudkan pemerataan, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.

Pembaca juga diajak melihat bagaimana neoliberalisme, kartel, oligarki, dominasi modal asing, ketimpangan penguasaan sumber daya, serta lemahnya pelaksanaan konstitusi dapat memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat.

Pembahasan Utama
Konsep dasar triasekonomika.
Ekonomi konstitusi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Peran BUMN, BUMD, koperasi, dan sektor swasta.
Kritik terhadap neoliberalisme dan ekonomi pasar bebas.
Kartel dan oligarki dalam ekonomi-politik Indonesia.
Kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan ekonomi.
Penguasaan sumber daya alam dan aset nasional.
Demokrasi ekonomi dan keadilan sosial.
Kemandirian ekonomi nasional dan daerah.
Pemberdayaan ekonomi desa dan UMKM.
Hubungan antara bisnis, politik, dan konstitusi.
Strategi pembangunan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.
Peran generasi muda dalam memimpin perubahan Indonesia.

Cocok Dibaca oleh
Mahasiswa, akademisi, aparatur pemerintah, aktivis, pengusaha, pengelola koperasi dan BUMDes, pemerhati kebijakan publik, serta masyarakat yang ingin memahami ekonomi Indonesia dari perspektif konstitusi dan keadilan sosial.

Buku ini bukan hanya mengkritik persoalan ekonomi Indonesia, tetapi juga menawarkan gagasan mengenai bagaimana negara, koperasi, dunia usaha, dan masyarakat dapat bekerja bersama untuk membangun Indonesia yang merdeka, mandiri, modern, bermartabat, dan sejahtera.

Narapatih Institute 9 months ago

Republik yang Menunggu Membaca Globalisasi, Kemiskinan, dan Jalan Kembali Menuju Ekonomi Pancasila
Chapter 11 M. Yudhie Haryono

Republik yang Menunggu Membaca Globalisasi, Kemiskinan, dan Jalan Kembali Menuju Ekonomi Pancasila

Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alam, budaya, dan manusia. Namun, mengapa kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan ketergantungan ekonomi masih terus menjadi persoalan besar?

E-book “Republik yang Menunggu” mengajak pembaca memahami berbagai persoalan ekonomi-politik Indonesia melalui pembahasan tentang globalisasi, neoliberalisme, kemiskinan, peran negara, serta pentingnya membangun kembali sistem ekonomi yang berlandaskan Pancasila dan konstitusi.

Buku ini mengkritisi anggapan bahwa pasar bebas dan pertumbuhan ekonomi selalu membawa kesejahteraan. Pembaca diajak melihat bagaimana globalisasi dan kebijakan neoliberal dapat memperlemah peran negara, memperluas privatisasi, meningkatkan ketergantungan terhadap modal asing, serta memperbesar kesenjangan antara kelompok kaya dan masyarakat miskin.

Selain mengulas persoalan, buku ini juga menawarkan gagasan tentang penguatan ekonomi nasional melalui kemitraan antara BUMN, koperasi, dan sektor swasta, pembangunan industri yang terarah, perlindungan terhadap kepentingan rakyat, serta revitalisasi ekonomi Pancasila.

Pembahasan Utama
Globalisasi dan neoliberalisme di Indonesia.
Peran negara dalam menghadapi pasar bebas.
Perdagangan bebas dan ketidaksetaraan antarnegara.
Hubungan globalisasi dengan teknologi dan imperialisme.
Neokolonialisme dan ketergantungan ekonomi.
Kemiskinan, pengangguran, dan kekerasan sosial.
Sejarah serta indikator kemiskinan di Indonesia.
Evaluasi kebijakan dan program pemberantasan kemiskinan.
Strategi pembangunan ekonomi nasional.
Revitalisasi ekonomi Pancasila.
Peran koperasi, BUMN, dan sektor swasta.
Industrialisasi dan pembangunan yang terarah.
Kebijakan fiskal, moneter, perdagangan, dan investasi.
Pembelajaran dari sejarah pembangunan Indonesia.

Cocok Dibaca oleh:
Mahasiswa, akademisi, aktivis, aparatur pemerintah, praktisi ekonomi, pemerhati kebijakan publik, pemimpin organisasi, serta masyarakat umum yang ingin memahami persoalan ekonomi-politik Indonesia secara lebih kritis.

E-book ini merupakan bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memahami mengapa Indonesia masih “menunggu” terwujudnya kemerdekaan ekonomi, keadilan sosial, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat.

Narapatih Institute 9 months ago

Protokol Krisis Indonesia Membaca Akar Krisis Ekonomi-Politik dan Jalan Menuju Kedaulatan Nasional
Chapter 10 M. Yudhie Haryono

Protokol Krisis Indonesia Membaca Akar Krisis Ekonomi-Politik dan Jalan Menuju Kedaulatan Nasional

Mengapa krisis ekonomi, ketimpangan, utang, kemiskinan, dan ketidakadilan terus berulang di Indonesia?

E-book “Protokol Krisis Indonesia” mengajak pembaca melihat krisis bukan sekadar sebagai peristiwa ekonomi, tetapi sebagai persoalan yang berkaitan dengan mentalitas, moralitas, pengetahuan, kepemimpinan, struktur kekuasaan, sistem keuangan, dan arah kebijakan negara.

Buku ini membahas bagaimana krisis dapat berkembang dari kerusakan mental dan moral, melemahkan nalar publik, memperbesar ketimpangan, serta membuka ruang bagi dominasi oligarki, korporasi, dan kekuatan finansial. Pembaca juga diajak memahami hubungan antara pasar bebas, utang, nilai tukar, privatisasi, deindustrialisasi, dan ketergantungan ekonomi.

Tidak berhenti pada kritik, buku ini menawarkan sejumlah gagasan alternatif untuk membangun perekonomian nasional yang lebih mandiri, berkeadilan, konstitusional, dan berpihak kepada kesejahteraan seluruh rakyat.

Pembahasan Utama
Krisis mentalitas dan moralitas.
Krisis nalar dan ilmu pengetahuan.
Akar krisis ekonomi-politik Indonesia.
Ketimpangan penguasaan kekayaan dan sumber daya.
Dominasi oligarki, kartel, dan korporasi.
Konsep negara swasta dan melemahnya peran negara.
Krisis keadilan sosial dan pemerataan.
Uang, utang, nilai tukar, dan perang finansial.
Seigniorage dan peran uang kertas dalam sistem ekonomi.
Kritik terhadap neoliberalisme dan demokrasi liberal.
Nasionalisasi, industrialisasi, dan proteksi ekonomi.
Ekonomi Pancasila dan ekonomi konstitusi.
Strategi menghadapi krisis ekonomi secara nasional.
Pentingnya revolusi mental, moral, pengetahuan, dan kepemilikan.

Cocok Dibaca oleh:
Mahasiswa, akademisi, aktivis, aparatur pemerintah, praktisi ekonomi, pemerhati kebijakan publik, pemimpin organisasi, serta masyarakat umum yang ingin memahami krisis Indonesia dari perspektif ekonomi-politik dan postkolonial.

E-book ini merupakan bacaan kritis bagi siapa saja yang ingin memahami mengapa krisis terus berulang dan bagaimana Indonesia dapat membangun sistem ekonomi yang lebih mandiri, adil, berdaulat, dan berpihak kepada rakyat.

Narapatih Institute 9 months ago

Mental Kolonial Membongkar Warisan Karakter Penjajahan dan Jalan Menuju Bangsa yang Merdeka
Chapter 9 M. Yudhie Haryono

Mental Kolonial Membongkar Warisan Karakter Penjajahan dan Jalan Menuju Bangsa yang Merdeka

Indonesia telah lama merdeka secara politik. Namun, apakah masyarakat dan para pemimpinnya juga telah benar-benar merdeka secara mental, ekonomi, budaya, dan cara berpikir?

E-book “Mental Kolonial” mengajak pembaca memahami bagaimana kolonialisme tidak hanya meninggalkan kerusakan material, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir, sistem kekuasaan, dan kebiasaan yang terus diwariskan setelah kemerdekaan.

Buku ini membahas kolonialisme dari sudut pandang sejarah dan postkolonial. Pembaca diajak menelusuri cara penjajahan bekerja melalui kekerasan, pendidikan, ekonomi, budaya, pengetahuan, birokrasi, serta kolaborasi dengan elite lokal.

Pembahasan Utama
Sejarah dan perkembangan kolonialisme di Indonesia.
Bentuk kolonialisme langsung, tidak langsung, dan neokolonialisme.
Eksploitasi sumber daya alam dan ketergantungan ekonomi.
Peran elite pribumi dalam mempertahankan sistem kolonial.
Dampak kolonialisme terhadap politik, pendidikan, budaya, dan karakter bangsa.
Hubungan kolonialisme dengan oligarki, monopoli, kartel, dan ketimpangan.
Pentingnya studi postkolonial untuk memahami kondisi Indonesia.
Pancasila dan konstitusi sebagai fondasi pembebasan bangsa.

Buku ini juga mengidentifikasi lima karakter warisan kolonial yang dinilai masih hidup dalam masyarakat dan kepemimpinan Indonesia:

Karakter inlander, yaitu rendah diri, takut, dan tidak percaya terhadap kekuatan bangsa sendiri.
Karakter mendendam, yaitu meniru kekerasan dan penindasan pihak yang pernah berkuasa.
Karakter melupa, yaitu mengabaikan sejarah, rakyat, konstitusi, dan cita-cita kemerdekaan.
Karakter miopik, yaitu berpikir sempit, pendek, dan tidak memiliki visi jangka panjang.
Karakter instan, yaitu mengutamakan hasil cepat tanpa menghargai proses, kerja keras, dan keberlanjutan.

Melalui pembahasan kritis tersebut, buku ini mengajak pembaca untuk melampaui mental kolonial dan membangun manusia Indonesia yang percaya diri, kritis, mandiri, berdaulat, berkarakter, serta berpihak kepada kepentingan rakyat.

Cocok Dibaca oleh:
Mahasiswa, akademisi, aktivis, pendidik, aparatur negara, pemimpin organisasi, pemerhati sejarah, politik, kebudayaan, dan masyarakat umum yang ingin memahami akar persoalan bangsa dari perspektif postkolonial.

Kemerdekaan sejati tidak hanya ditandai dengan berakhirnya penjajahan, tetapi juga dengan keberanian membebaskan pikiran, karakter, sistem, dan masa depan bangsa dari warisan kolonial.

Narapatih Institute 9 months ago

Nusantara Studies Metode Kajian untuk Membangun Indonesia yang Merdeka, Berdaulat, dan Bermartabat
Chapter 8 M. Yudhie Haryono

Nusantara Studies Metode Kajian untuk Membangun Indonesia yang Merdeka, Berdaulat, dan Bermartabat

Bagaimana memahami Indonesia dengan cara pandang yang lahir dari sejarah, kebudayaan, konstitusi, dan pengalaman bangsanya sendiri?

E-book “Nusantara Studies” menawarkan sebuah metode kajian untuk membaca persoalan Indonesia secara lebih kritis, menyeluruh, dan berakar pada nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945. Buku ini tidak hanya membahas masa lalu, tetapi juga menghubungkan sejarah, mentalitas, politik, ekonomi, pendidikan, bahasa, kebudayaan, dan kemaritiman dengan tantangan Indonesia masa kini dan masa depan.

Melalui pendekatan postkolonial dan sistemik, pembaca diajak memahami bagaimana warisan kolonial masih memengaruhi pola pikir, kebijakan, struktur ekonomi, pendidikan, dan kehidupan bernegara. Buku ini kemudian menawarkan jalan transformasi menuju masyarakat yang lebih merdeka, mandiri, modern, adil, sejahtera, dan bermartabat.

Pembahasan Utama
Metode dan kerangka berpikir Nusantara Studies.
Manuskrip Atlantis dan akar peradaban Nusantara.
Identitas Indonesia sebagai bangsa bahari dan negara maritim.
Pancasila sebagai ideologi hidup dan pedoman pembangunan.
Konstitusi sebagai dasar kehidupan bernegara.
Mental kolonial dan pembangunan mental konstitusional.
Jejak kolonialisme lama dan bentuk penjajahan baru.
Demokrasi terpimpin dan gagasan permusyawaratan.
Kritik terhadap arsitektur neoliberalisme.
Orientalisme, oksidentalisme, dan kemandirian pengetahuan.
Revitalisasi rempah, herbal, emas, energi, dan sumber daya strategis.
Pemikiran para pendiri republik.
Sastra dan bahasa Indonesia sebagai alat perjuangan.
Pendidikan berbasis konstitusi.
Strategi meneguhkan Indonesia Raya.
Indeks kemakmuran sebagai arah pembangunan bangsa.

Buku ini juga memperkenalkan gagasan transformasi dalam berbagai bidang, mulai dari mental, ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, hingga pembentukan kepemimpinan yang inovatif dan berintegritas.

Cocok Dibaca oleh:
Mahasiswa, akademisi, pendidik, aktivis, aparatur negara, pemimpin organisasi, pemerhati sejarah, politik, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, serta siapa saja yang ingin memahami Indonesia melalui perspektif yang lebih kritis dan berakar pada jati diri Nusantara.

Buku ini mengajak pembaca tidak hanya mempelajari Indonesia, tetapi juga merancang masa depan Indonesia dengan cara berpikir yang merdeka, berdaulat, dan berkeadaban.

Narapatih Institute 9 months ago

Cover Logika Berpancasila
Chapter 7 M. Yudhie Haryono

Cover Logika Berpancasila

Cover Logika Berpancasila

Narapatih Institute 9 months ago

UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Disertai Adendum Gagasan Penyempurnaan Konstitusi untuk Menjaga Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia
Chapter 6 M. Yudhie Haryono

UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Disertai Adendum Gagasan Penyempurnaan Konstitusi untuk Menjaga Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia

Konstitusi bukan sekadar kumpulan pasal, tetapi fondasi yang menentukan arah kehidupan berbangsa dan bernegara.

E-book “Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Disertai Adendum” menyajikan pemikiran konstitusional yang berupaya mempertahankan Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasan UUD 1945, sekaligus menawarkan sejumlah tambahan atau adendum untuk menyesuaikannya dengan perkembangan bangsa dan tantangan masa depan.

Buku ini disusun sebagai bahan kajian dan alternatif pemikiran mengenai penyempurnaan konstitusi. Adendum dalam buku ini dirancang dalam bentuk tambahan kata, ayat, pasal, dan bab yang tetap dipisahkan secara fisik dari naskah asli, tetapi dipandang sebagai satu kesatuan dalam konsep yang ditawarkan oleh tim penyusun.

Isi Utama E-Book
Pembukaan UUD 1945.
Batang Tubuh UUD 1945.
Penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal.
Sebanyak 19 usulan adendum.
Penjelasan sederhana mengenai pengertian dan cara membaca adendum.
Risalah dan latar belakang penyusunan buku.
Pemikiran mengenai kedaulatan rakyat dan kedudukan MPR.
Gagasan tentang sistem pemerintahan dan pemilihan pemimpin.
Pemerintahan daerah, lembaga perwakilan, dan kekuasaan kehakiman.
Pertahanan, keamanan, pendidikan, kebudayaan, dan kesejahteraan sosial.
Pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.
Tata cara perubahan konstitusi dan gagasan referendum.

Buku ini juga membahas perbedaan antara perubahan melalui amandemen dan penyempurnaan melalui adendum. Pembaca diajak memahami alasan tim penyusun mempertahankan struktur UUD 1945 yang terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasan, sembari menambahkan ketentuan yang dianggap diperlukan untuk menjawab dinamika kehidupan modern.

Cocok Dibaca oleh:

Mahasiswa, akademisi, dosen, praktisi hukum, aparatur negara, aktivis kebangsaan, pemerhati konstitusi, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman tentang UUD 1945 dan berbagai gagasan mengenai penyempurnaan tata negara Indonesia.

E-book ini merupakan bahan pemikiran dan kajian konstitusional, bukan naskah resmi UUD yang saat ini berlaku.

Referensi penting untuk memahami konstitusi, sejarah pemikiran kenegaraan, serta perdebatan mengenai arah masa depan Indonesia.

Narapatih Institute 9 months ago

Desain Karakter Pancasila–Konstitusi Panduan Membangun Mental Merdeka, Berdaulat, dan Berkeadilan
Chapter 5 M. Yudhie Haryono

Desain Karakter Pancasila–Konstitusi Panduan Membangun Mental Merdeka, Berdaulat, dan Berkeadilan

Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan. Nilai-nilainya perlu hidup dalam cara berpikir, sikap, keputusan, dan tindakan setiap warga negara.

E-book “Desain Karakter Pancasila–Konstitusi” merupakan buku pengantar untuk memahami dan membangun karakter bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila serta semangat konstitusi Indonesia. Buku ini membahas pentingnya menghadirkan kembali mental yang merdeka, berdaulat, manusiawi, demokratis, dan berkeadilan di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa.

Di dalamnya, pembaca akan diajak memahami lima karakter utama Pancasila, yaitu:

Berketuhanan
Berkemanusiaan
Bergotong royong
Berdemokrasi
Berkeadilan

Kelima karakter tersebut diposisikan sebagai dasar untuk melawan mental kolonial, seperti sikap rendah diri, mudah melupakan sejarah, berpikir sempit, menyimpan dendam, dan kehilangan arah bersama.

Buku ini juga membahas Pancasila sebagai jalan spiritual dan pedoman hidup yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilainya tidak berhenti sebagai konsep, tetapi harus hadir dalam kebijakan, kepemimpinan, pendidikan,

Narapatih Institute 9 months ago

Arus Baru Pancasilaisme Menyalakan Kembali Karakter, Spiritualitas, dan Konstitusi Indonesia
Chapter 4 M. Yudhie Haryono

Arus Baru Pancasilaisme Menyalakan Kembali Karakter, Spiritualitas, dan Konstitusi Indonesia

Pancasila seharusnya tidak berhenti sebagai hafalan, simbol negara, atau materi upacara. Pancasila perlu hadir sebagai karakter, cara berpikir, pedoman bertindak, dan arah pembangunan bangsa.

E-book “Arus Baru Pancasilaisme” merupakan kumpulan pemikiran dari berbagai penulis mengenai pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Buku ini lahir dari proses pembelajaran Kelas Karakter Konstitusi, sebuah program yang mempertemukan beragam kalangan untuk mendiskusikan Pancasila, konstitusi, karakter kebangsaan, spiritualitas, kepemimpinan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

Di dalamnya, pembaca akan menemukan pembahasan mengenai:

Makna Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan bernegara.
Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Spiritualitas sebagai fondasi karakter bangsa.
Persatuan Indonesia dan semangat gotong royong.
Hikmat kebijaksanaan dalam kepemimpinan.
Hubungan Pancasila dengan UUD 1945 dan konstitusi.
Pendidikan karakter Pancasila.
Tantangan korupsi, oligarki, ketimpangan, dan krisis keteladanan.
Peran generasi baru dalam membangun masa depan Indonesia.
Pancasila sebagai jalan menuju keadilan sosial dan kemakmuran bersama.

E-book ini tidak hanya membahas Pancasila secara teoritis, tetapi juga mengajak pembaca menjadikannya sebagai jalan hidup, karakter, dan energi perubahan.

Cocok untuk:

Mahasiswa, dosen, guru, aparatur pemerintah, aktivis, politisi, pemimpin organisasi, pemerhati kebangsaan, serta masyarakat umum yang ingin memahami Pancasila secara lebih mendalam dan relevan dengan tantangan Indonesia saat ini.

Saatnya menyalakan kembali api Pancasila—bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam pikiran, sikap, kebijakan, dan tindakan nyata.

Narapatih Institute 9 months ago

Arsitektur Negara Postkolonial Memahami Sembilan Problema Pokok Indonesia dan Jalan Transformasinya
Chapter 3 M. Yudhie Haryono

Arsitektur Negara Postkolonial Memahami Sembilan Problema Pokok Indonesia dan Jalan Transformasinya

Mengapa Indonesia yang kaya sumber daya masih menghadapi kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, konflik, dan rendahnya kepercayaan publik?

E-book “Arsitektur Negara Postkolonial” mengajak pembaca memahami persoalan Indonesia bukan hanya sebagai masalah teknis, tetapi sebagai warisan panjang kolonialisme yang masih memengaruhi mental, hukum, pendidikan, ekonomi, budaya, dan tata kelola negara.

Buku ini membahas sembilan persoalan utama yang dinilai menghambat kemajuan Indonesia, yaitu:

Kebodohan
Keterjajahan
Kemiskinan
Pengangguran
Ketimpangan
Kesenjangan
Konflik
Kesakitan
Ketidakpercayaan

Tidak hanya memetakan masalah, buku ini juga menawarkan arah transformasi melalui rekonstitusi, nasionalisasi aset strategis, rekapitalisasi BUMN, pembenahan ekonomi bayangan, serta kebijakan yang berorientasi pada pemerataan.

Pembaca juga diajak memahami pentingnya membangun negara yang berlandaskan ketuhanan, keberadaban, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sebagai fondasi menuju Indonesia yang merdeka, mandiri, modern, sejahtera, dan bermartabat.

E-book ini cocok untuk:

Mahasiswa, akademisi, aktivis, aparatur pemerintah, pemerhati kebijakan publik, serta siapa saja yang ingin memahami persoalan struktural Indonesia dari sudut pandang postkolonial dan Pancasila.

Buku ini bukan hanya kritik terhadap kondisi bangsa, tetapi juga ajakan untuk membaca ulang arah negara dan membangun masa depan Indonesia yang lebih adil, mandiri, dan berpihak kepada rakyat.

Narapatih Institute 9 months ago

Agama sebagai Driving Force Peradaban Belajar dari Pemikiran 30 Tokoh tentang Iman, Ilmu, Keadilan, dan Kemajuan Bangsa
Chapter 2 M. Yudhie Haryono

Agama sebagai Driving Force Peradaban Belajar dari Pemikiran 30 Tokoh tentang Iman, Ilmu, Keadilan, dan Kemajuan Bangsa

Apakah agama hanya berhenti pada ritual, simbol, dan identitas? Ataukah agama seharusnya menjadi kekuatan yang mendorong manusia untuk berpikir, berkarya, membela keadilan, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta membangun peradaban?

E-book “Agama sebagai Driving Force Peradaban” mengajak pembaca menelusuri pemikiran 30 tokoh penting dalam studi agama, Islam, filsafat, sejarah, kemanusiaan, dan pembaruan peradaban.

Melalui pembahasan yang singkat, padat, dan reflektif, pembaca akan diperkenalkan pada gagasan tokoh-tokoh seperti Ali Syariati, Hasan Hanafi, Fazlur Rahman, Jalaluddin Rumi, Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, Harun Nasution, Muhammad Arkoun, Karen Armstrong, Ahmad Dahlan, dan berbagai pemikir lainnya.

Buku ini menempatkan agama bukan sekadar sebagai ajaran pribadi, tetapi sebagai sumber energi untuk membangun manusia yang merdeka, kritis, berilmu, berkeadilan, toleran, produktif, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Pembahasan Utama
Agama sebagai daya dorong kemajuan bangsa.
Hubungan iman, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Pembaruan pemikiran dan penafsiran keagamaan.
Agama sebagai kekuatan pembebasan dan keadilan sosial.
Toleransi, pluralisme, dan kehidupan bersama.
Kritik terhadap fanatisme, kejumudan, dan taklid buta.
Pemikiran Islam dalam menghadapi modernitas.
Peran pendidikan, budaya, dan intelektual dalam membangun peradaban.
Transformasi umat sebagai jalan transformasi bangsa.

E-book ini cocok dibaca oleh mahasiswa, akademisi, aktivis, pendidik, pemuka agama, pemerhati sosial, serta siapa saja yang ingin memahami agama secara lebih kritis, luas, dan relevan dengan tantangan zaman.

Dengan bahasa yang reflektif dan pembahasan yang kaya gagasan, buku ini mengajak pembaca melihat agama sebagai kekuatan yang menghidupkan ilmu, memperkuat kemanusiaan, dan menggerakkan perubahan sosial.

Saatnya menjadikan agama bukan hanya sebagai identitas, tetapi sebagai energi untuk menciptakan manusia dan peradaban yang lebih maju, adil, dan bermartabat.

Narapatih Institute 9 months ago

Ekonomi Pancasila untuk Kesejahteraan Rakyat Landasan, Prinsip, dan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional Indonesia
Chapter 1 Haryono Yudhi

Ekonomi Pancasila untuk Kesejahteraan Rakyat Landasan, Prinsip, dan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional Indonesia

Bagaimana seharusnya perekonomian Indonesia dibangun agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menguntungkan sebagian kelompok, tetapi benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat?

E-book “Ekonomi Pancasila untuk Kesejahteraan Rakyat” membahas landasan filosofis, konstitusional, dan kebijakan dalam membangun sistem perekonomian nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Di dalamnya, pembaca akan menemukan pembahasan mengenai peran negara, BUMN, koperasi, dan sektor swasta dalam mengelola perekonomian nasional. E-book ini juga mengulas berbagai isu strategis, mulai dari pemerataan pembangunan, pengentasan kemiskinan, investasi, perdagangan, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, jaminan sosial, hingga penegakan hukum ekonomi.

Materi di dalam e-book ini cocok sebagai referensi bagi:

Mahasiswa dan akademisi bidang ekonomi, hukum, kebijakan publik, serta pemerintahan.
Peneliti dan pemerhati ekonomi Pancasila.
Aparatur pemerintah dan penyusun kebijakan.
Pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum.
Pembaca yang ingin memahami arah pembangunan ekonomi Indonesia berdasarkan konstitusi.
Pembahasan Utama
Hakikat dan prinsip perekonomian nasional.
Sistem ekonomi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Peran negara, BUMN, koperasi, dan sektor swasta.
Pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Kebijakan investasi, perdagangan, fiskal, dan moneter.
Ketahanan pangan dan perlindungan sumber daya alam.
Jaminan sosial dan pembangunan sumber daya manusia.
Pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.
Rekomendasi kebijakan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

E-book ini memberikan perspektif mendalam mengenai pentingnya menghadirkan sistem ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjunjung keadilan sosial, kemandirian bangsa, pemerataan, dan kemakmuran bersama.

Miliki e-book ini sebagai referensi untuk memahami bagaimana ekonomi Pancasila dapat menjadi fondasi pembangunan nasional yang berkeadilan dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat.

Narapatih Institute 9 months ago

!
Session Notice

Your Session Is About to Expire

Sesi Anda hampir berakhir

You have been inactive for a while. Click continue to keep your session active.
Anda sudah cukup lama tidak melakukan aktivitas. Klik lanjutkan untuk memperbarui sesi.

This helps protect your account and prevents form submission errors.
Ini membantu melindungi akun Anda dan mencegah error saat mengirim form.

We found unsaved information from your previous session. Would you like to restore it?

Draft saved