welcome to
TRAININGSTUDIO.ID
Arus Baru Pancasilaisme - Menyalakan Kembali Karakter, Spiritualitas, dan Konstitusi Indonesia
Chapter 1
M. Yudhie Haryono
Arus Baru Pancasilaisme Menyalakan Kembali Karakter, Spiritualitas, dan Konstitusi Indonesia
Pancasila seharusnya tidak berhenti sebagai hafalan, simbol negara, atau materi upacara. Nilai-nilainya perlu hadir dalam cara berpikir, sikap, kepemimpinan, dan arah pembangunan bangsa.
E-book “Arus Baru Pancasilaisme” menghadirkan kumpulan pemikiran dari berbagai penulis tentang pentingnya menghidupkan kembali Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pembahasan di dalamnya mencakup:
Ketuhanan dan spiritualitas sebagai fondasi bangsa
Kemanusiaan, persatuan, dan semangat gotong royong
Kepemimpinan yang bijaksana dan berintegritas
Hubungan Pancasila dengan UUD 1945
Pendidikan karakter Pancasila
Tantangan korupsi, oligarki, dan ketimpangan
Peran generasi baru dalam membangun Indonesia
Pancasila sebagai jalan menuju keadilan sosial
E-book ini cocok untuk mahasiswa, dosen, guru, aparatur pemerintah, aktivis, pemimpin organisasi, pemerhati kebangsaan, dan masyarakat umum.
Saatnya menyalakan kembali api Pancasila, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam pikiran, sikap, kebijakan, dan tindakan nyata.
E-book “Arus Baru Pancasilaisme” menghadirkan kumpulan pemikiran dari berbagai penulis tentang pentingnya menghidupkan kembali Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pembahasan di dalamnya mencakup:
Ketuhanan dan spiritualitas sebagai fondasi bangsa
Kemanusiaan, persatuan, dan semangat gotong royong
Kepemimpinan yang bijaksana dan berintegritas
Hubungan Pancasila dengan UUD 1945
Pendidikan karakter Pancasila
Tantangan korupsi, oligarki, dan ketimpangan
Peran generasi baru dalam membangun Indonesia
Pancasila sebagai jalan menuju keadilan sosial
E-book ini cocok untuk mahasiswa, dosen, guru, aparatur pemerintah, aktivis, pemimpin organisasi, pemerhati kebangsaan, dan masyarakat umum.
Saatnya menyalakan kembali api Pancasila, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam pikiran, sikap, kebijakan, dan tindakan nyata.
Narapatih Institute 3 weeks ago